Advokasi Implementasi Gerakan Sekolah Sehat (GSS) berlangsung selama 3 hari (6-8 Juni 2024) di Menara  Peninsula Hotel Slipi Jakarta. Kegiatan dilaksanakan oleh Direktorat SMA diikuti oleh 211 Kepala Sekolah dari seluruh Indonesia. Peserta dari Bali berjumlah 9 orang Kepala SMA  yang mewakili masing-masing Kabupaten/Kota se-Bali. Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Dr. Drs. I Nyoman Tingkat, M.Hum. yang juga Plt. Kepala SMA Negeri 2 Kuta beruntung dapat mengikuti kegiatan ini mewakili Kepala  SMA se-Kabupaten Badung.

            Penyajian Materi Advokasi GSS dirancang semi formal dan diikuti penuh kegembiraan oleh seluruh peserta dari Regional 3 Indonesia (Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua). Sebagai bagian dari revitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), GSS memiliki Salam : Sehat Sekolahku, Sehat Indonesiaku. Salam ini diperkuat dengan Salam 5-S : Sehat Bergizi, Sehat Fisik, Sehat Imunisasi, Sehat Jiwa, dan Sehat Lingkungan. Diharapkan salam ini dikampanyekan sebagai gerakan bersama di sekolah  untuk meningkatkan kesehatan seluruh warga sekolah. “Kalau sudah sehat, asyik belajar.  Belajar menjadi menyenangkan. Bahkan belajar membahagiakan. Kasmaran belajar  meningkatkan prestasi. Indonesia sehat mewujudkan generasi Emas 2045”, demikian disampaikan Catur Budi Santosa, Direktorat SMP dari DKI Jakarta.

            Sebagai sebuah gerakan, GSS selaras dengan Kurikulum Merdeka yang dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 1725/C.C4/DM.00.02/2024 tanggal 19 Februari 2024 tentang Gerakan Sekolah Sehat. Program ini sudah dicanangkan sejak 2022 sebagai revitalisasi UKS dengan alasan GSS lebih bernilai jual  dan dapat melibatkan stakeholder      lebih luas sebagai gerakan bersama.

            Pemaparan materi yang berfokus pada 5 sehat :  Sehat Bergizi, Sehat Fisik, Sehat Imunisasi, Sehat Jiwa, dan Sehat Lingkungan dilakukan dengan metode bervariasi disertai game yang membuat seluruh peserta senang dan aktif berkegiatan, tanpa terasa waktu habis. Selain paparan materi, juga ada sesi berbagi praktik baik dari SMA Negeri 2 Garut Jawa Barat, yang tahun  lalu menjadi juara video Gerakan Sekolah Sehat. Inspirasi itu, diharapkan menggugah sekolah-sekolah untuk mengikuti lomba video pendek tahun 2024, yang pendaftarannya ditutup pada 30 Juni 2024.

            Selain ilmu bermanfaat, kegiatan Advokasi GSS ini juga menambah semangat ke-Indonesia-an dalam bingkai NKRI dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Walaupun peserta dikelompokkan berdasarkan Provinsi, tetapi metode pembelajaran dilakukan dengan semangat pembauran sehingga merekatkan tali persaudaraan sebangsa dan setanah air. ‘’Seru diajak bermain cak oleh teman Bali, walau saya tak bisa menari”, kata Eka Sulistyawati dari Provinsi Sulawesi Tenggara.

            Sehat Sekolahku, Sehat Indonesiaku ! (ntk)


1 Komentar

NANI DABI S.PD · Juni 30, 2024 pada 10:46 AM

kegiatan advokasi GSS sangat bermanfaat bagi sekolah sebab selain menambah pengetahuan kami juga dapat bekerja sama yang baik antara sekolah , kelurga . masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman .

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *