Kuta Selatan, Bali— Usia 17 tahun bukanlah halangan bagi Diestha Putra Narindra dari Kuta Selatan, Kabupaten Badung, untuk meraih prestasi gemilang sebagai Runner Up 1 dalam Pemilihan Duta Pariwisata Jegeg Bagus Badung 2024. Diestha tidak hanya memenangkan penghargaan ini dengan gagasan inovatifnya, tetapi juga dengan semangat belajar yang membara.

“Dalam berproses, saya menanamkan pada diri sendiri untuk selalu belajar dari hari kemarin, hidup untuk hari ini, dan berharap untuk hari esok. Segala yang terjadi di hari kemarin, entah itu kegagalan atau kesuksesan, saya jadikan pembelajaran untuk bisa melakukan yang lebih baik hari ini sehingga saya bisa berharap, hari esok bisa menjadi hari yang lebih indah,” kata Diestha, mencerminkan semangatnya yang tak kenal lelah.

Rekomendasi buku dari Diestha, “Filosofi Teras” karya Henry Manampiring, memberikan wawasan yang mendalam. “Salah satu pelajaran yang terekam jelas adalah dikotomi kendali, ada hal yang berada di dalam kendali dan di luar kendali kita. Lebih baik untuk berfokus kepada hal yang berada di dalam kendali kita, tetapi gunakan hal-hal yang ada di luar kendali kita sebagai pembelajaran sekaligus evaluasi diri. Never stop learning cause the world never stops teaching,” tambahnya sambil tersenyum.

Diestha juga meraih penghargaan Best Article dengan mengangkat ide pembentukan komunitas masyarakat bernama Sobat Pantai, menunjukkan kepekaannya terhadap isu sosial di sekitarnya. Meskipun ini adalah tahun kedua Diestha mengikuti kompetisi ini setelah tahun sebelumnya tidak berhasil lolos, namun kali ini ia membuktikan ketangguhan dan kemampuannya.

“Prestasi ini adalah hadiah yang sangat bermakna di bulan kelahiranku. Ini adalah awal dari ceritaku bersama Jegeg Bagus Badung. Banyak hal yang aku harus pelajari lagi, jadi, ayo belajar bersama!” ujarnya dengan semangat.

Proses menuju gelar Runner Up 1 tidaklah mudah bagi Diestha. Ia melewati dua tahap seleksi ketat sebelum menjadi finalis, tahap 1 terdiri atas tes tulis dan tes wawancara, tahap 2 terdiri atas tes bakat, keyword speech, catwalk, deep interview, dan focus group discussion. Setelah menjadi finalis 10 besar, Diestha menjalani masa Pra Karantina intensif selama lebih dari 2 bulan, dilanjutkan dengan Karantina di 100 Sunset Hotel Kuta selama 3 hari yang dilaksanakan dengan agenda pembekalan, fashion show, deep interview, presentasi artikel, malam bakat, dan grand final.

Ajang bergengsi ini, diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, mempertunjukkan bakat dan dedikasi Diestha dalam mempromosikan keindahan pariwisata kabupaten Badung. Grand Final berlangsung pada 1 Juni 2024, di Balai Budaya Giri Nata Mandala.

“Saya ingin berterimakasih banyak kepada Tuhan, orang tua, kakak, adik, seluruh keluarga besar, para guru di sekolah, teman – teman, tentunya juga anggota Sobat Pantai, para juri, panitia yang bertugas, seluruh finalis Jegeg Bagus Badung 2024 dan seluruh pihak yang tidak dapat saya sampaikan 1 per 1, terimakasih banyak telah mendukung saya dan ikut andil dalam proses saya”

Meskipun harus melewatkan hari kelulusannya karena bersamaan dengan proses karantina, semangat Diestha tidak pernah hilang. Prestasinya tidak hanya membanggakan keluarga dan sekolah, tetapi juga memberikan inspirasi bagi banyak generasi muda untuk mengikuti jejaknya dalam mengejar impian dan terus belajar untuk meraih keberhasilan.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *