Rapat Kerja Nasional Asosiasi Kepala Sekolah Seluruh Indonesia (RAKERNAS AKSI) berlangsung selama 3 hari di Trans Hotel Bandung Jalan Gatot Subroto (5-7 Juni 2024). Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan yang juga Plt. Kepala SMA Negeri 2 Kuta merasa bersyukur dapat menghadiri Rapat Kerja Nasional ini. “Syukur karena dapat bertemu dengan Kepala Sekolah dari berbagai daerah di Indonesia dan dapat bertukar pengalaman mengelola sekolah di tengah kompleksitas persoalan yang dihadapi. Teristimewa sekali dapat belajar di Rumah Perubahan bersama Prof. Rhenald Kasali, Guru Besar FIB UI yang tampil menginspirasi”, kata Dr. Drs. I Nyoman Tingkat, M.Hum. yang  juga Wakil Ketua II DPP AKSI Pusat mewilayahi Bali, NTB, dan NTT. 

            Menurut I Nyoman Tingkat, Rakernas AKSI pada 2024 bertema “Transformasi Kepala Sekolah Mewujudkan Generasi Emas 2045’’ dibuka oleh Kepala Cabang Dinas  Pendidikan (KCD) Kota Bandung Ainur Hasan. Ainur Hasan menyambut kehadiran 280 peserta dari 23 Provinsi  seluruh Indonesia dengan penuh kehangatan sekaligus berpromosi untuk mengekplorasi Kota Bandung. “Senyampang berada di Bandung, silakan Bapak/Ibu Kepala Sekolah menikmati keindahan Kota Bandung. Ada Gedung Sate, Lembang, Studio Nuarta, Tangkuban Prahu, jangan lupa mencoba kuliner khas Bandung”, kata Kepala Cabang Dinas dengan sumringah.

            Pembicara kunci dalam Rakernas AKSI 2024 adalah Prof. Rhenald Kasali, pemilik Rumah Perubahan. Ia tampil dengan aura penuh wibawa memantik para Kepala Sekolah yang sedang  menghadapi kompleksitas persoalan PPDB dan tugas rutin menjelang Kenaikan Kelas. “Kepala Sekolah adalah ujung tombak dalam menghadapi perubahan zaman yang kian kompleks. Oleh karena itu, Kepala Sekolah dituntut beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk memimpin transformasi pendidikan menuju masa depan gemilang. Cara-cara konvensional sudah berubah, cara-cara baru dengan teknologi bergerak cepat. Kepala Sekolah harus segera beradaptasi. Tanpa demikian, Kepala Sekolah akan ditinggal dan digilas zaman perubahan”, demikian kata Prof. Kasali yang hemat bicara tetapi inspiratif dengan pemutaran  video-video pendek diselingi lagu-lagu dari Band Scorpion, dalam lagu Wind of Change.

            Sebagai agen perubahan, Kepala Sekolah dan guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Dihadapkan dengan tekanan dari segala lini, mereka harus terus-menerus mencari tahu cara-cara baru keluar dari masalah mencari solusi. Solusi bisa datang dari belajar saling berbagi dan berkolaborasi dengan sesama Kepala Sekolah dengan berbagai praktik baik. Dalam kerangka itulah Rakernas AKSI menjadi bermakna, sebagaimana diungkapkan Ketua Umum AKSI, Tapip Yani.

            Rakernas yang berlangsung selama tiga hari ini dibiaya secara mandiri oleh seluruh Kepala Sekolah yang hadir dibantu sejumlah sponsor, Sembilan peserta dari Bali merasa senang datang ke Bandung, selain menyukseskan Rakernas juga berkesempatan mencoba Kereta Cepat Whoosh Jakarta – Bandung yang ditempuh dalam waktu 45 menit melalui Tetminal Halim – Padalarang-Tegal Luar. “Sumringah wajah mereka tak dapat disembunyikan. Naik Whoosh untuk pertama kali, terasa di Jepang”, kata salah seorang dari mereka yang berpengalaman naik kereta api ke Jepang.

            Rakernas AKSI melahirkan sejumlah rekomendasi strategis yang nantinya dilaporkan ke Mendikbudristek untuk dijadikan bahan pertimbangan mengawal Generasi Emas 2024. Rekomendasi itu diantaranya adalah advokasi bagi kepala sekolah agar bisa fokus mendidik untuk mencerdaskan anak bangsa. Selain itu, juga mengemuka pentingnya Kenaikan Jabatan Fungsional Guru yang bermartabat dan profesional dan inklusif tanpa perlu aturan adanya formasi yang dikeluarkan masing-masing daerah. Juga muncul usulan agar pembayaran Tunjangan Profesi Guru dibayarkan setiap bulan terintegrasi dengan gaji. (ntk)


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *