Sejak 2024, ada tradisi baru di SMAN 2 Kuta Selatan yaitu berbagi Praktik Baik. Tahun ini ada 8 praktik baik dan 8 seminar yang dirancang dengan narasumber dari internal sekolah secara bergilir. Kegiatan ini sejalan dengan pemenuhan capaian SI-KePO (Sistem Informasi Pegawai On Line)  yang berlaku bagi seluruh ASN (PNS, P-3K) di seluruh Provinsi Bali, tidak terkecuali bagi guru dan tenaga kependidikan di SMAN 2 Kuta Selatan. Belakangan, kegiatan ini juga diintegrasikan ke dalam Plat Form Merdeka Mengajar (PMM) yang juga wajib diakses oleh seluruh guru. Begitu berat tugas guru. Mengajar dalam jumlah banyak, administrasi datang silih berganti, menjadi Wali Kelas, Piket, Pembina OSIS, Pembina Ekstrakurikuler, Koordinator P-5, belum lagi kegiatan mendadak yang datang tiba-tiba dan wajib dilaksanakan. Tidak selesai sampai di situ, membawa kerja ke rumah : sudah biasa.

‘’Apapun itu, Mari lakukan dengan ikhlas. Dulu melamar pekerjaan. Ketika dapat pekerjaan, mari syukuri. Banyak yang melamar, tetapi belum diterima”, kata Kepala SMAN 2 Kuta Selatan, Dr. Drs. I Nyoman Tingkat, M.Hum.  

            Rabu (8/5/20024) berlangsung sesi berbagi Praktik Baik dengan Topik, SADHAR NAMA : PRAKTIK TOLERANSI BERAGAMA DI SEKOLAH dibawakan oleh Kepala SMAN 2 Kuta Selatan. Menurutnya, topik ini telah mengantarkannya terbang gratis naik pesawat 3 kali ( dua kali Denpasar – Jakarta, 2019  (PP) dan Denpasar – Solo, 2021 (PP). Inti dari Program ini adalah acara Berbuka puasa bersama, Dharma Shanti Bersama, dan Natal Bersama. Kegiatan diikuti secara kolaboratif semua agama yang dianut warga sekolah (siswa, guru,dan tenaga kependidikan).

            Menurut I Nyoman Tingkat alasan yang mendasari kegiatan ini adalah tiga dosa pendidikan yang digemakan Mendikbudristek, Nadiem Makarim. Menurutnya, tiga dosa pendidikan itu adalah intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual. “Program Sadhar Nama adalah langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya tiga dosa pendidikan di SMAN 2 Kuta Selatan. Lebih-lebih, komunitas pembelajar di sekolah ini sangat hetrogen. Perlu merangkul perbedaan untuk kemajuan bersama selaras dengan moto SMA : Maju Bersama Hebat Semua”, kata almuni Doktor Linguistik Unud (2015) ini.

            Kegiatan ini berlangsung lancar penuh kehangatan diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan Pada akhir sesi, Kepala Sekolah memberikan hadiah buku dengan judul, SADAR NAMA : PRAKTIK TOLERANSI BERAGAMA DI SEKOLAH, kepada dua guru yang bertanya, Darsuma dan Anik Suciati. “Buku ini tidak baik, tetapi masih lebih baik ditulis,daripada tidak sama sekali. Bukti literasi berdenyut di sini”, kata I Nyoman Tingkat, yang memulai presentasi dengan lagu Nusantaraku karya A, Riyanto. Lagu yang selaras dengan topik sesuai dengan semangat Bhineka Tunggal Ika.  (NTK).


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *