Universitas Hindu Indonesia (UNHI) mengadakan Seminar dan Pameran Wellness: Dunia Kerja bagi Pengobatan Tradisional, pada Rabu, 29 Mei 2024. Seminar bertema “Represent a Treasure Trove of Balinese Heritage,  Through a Spiritual Wellness Practice and Cultural Immersion”  berlangsung di Aula Taman  Asoka UNHI Denpasar dibuka oleh rektor Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, MS. Dalam sambutannya, rektor menyampaikan harapan adanya sinergitas antara kekayaan alam dan budaya Bali berkaitan dengan pengobatan tradisional. Hal ini sudah  diperkuat Peraturan Gubernur tentang pelayanan pengobatan tradisional  dan didukung dengan dibukanya program studi pengobatan tradisional di UNHI. “Ke depannya,  masyarakat Bali agar memiliki tenaga kesehatan untuk pengobatan tradisional yang profesional dan legal berdasarkan regulasi. Harapannya, lebih banyak lagi dibuka poliklinik pengobatan tradisional di rumah sakit-rumah sakit Bali sehingga lulusan terserap optimal”, kata Rektor yang sebelumnya guru besar Unud.

Pembicara utama dalam seminar adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Dalam paparannya yang disampaikan secara daring  Sandiaga Uno  berharap agar Bali menjadi episentrum bagi berkembangnya pariwisata kesehatan rohani berbasis budaya Indonesia.  “Bali dapat menjadi alternatif terapi penyembuhan holistik. Tidak hanya menyembuhkan pikiran dan jiwa secara mental, tetapi juga kebugaran fisik. Oleh karena, perlu adanya kolaborasi pengembangan konsep oleh lembaga pendidikan, organisasi maupun asosiasi yang bergerak dibidang pengobatan tradisional sehingga dapat bersaing secara global, bersanding dengan traditional chinese medicine, maupun ayurveda dari India””, kata mantan Wagub DKI Jakarta ini.

Sementara itu, Dirjen Kesehatan Masyarakat yang diwakili oleh Direktur Tata Kelola Kesehatan Masyarakat menekankan pentingnya regulasi penataan tenaga kesehatan tradisional pada pelayanan kesehatan tradisional dan wisata kebugaran.  Berdasarkan data, Bali dengan sumber daya kesehatan tradisional  masuk dalam 5 provinsi dengan proporsi pemanfaatan pelayanan kesehatan tradisional (yankestrad). Seminar ini diharapkan dapat memacu angka kesejahteraan dan kesehatan di Indonesia, khususnya dengan kearifan masyarakatnya  dapat memilih praktik pengobatan tradisional terpercaya secara akademik. Generasi muda dapat menjatuhkan pilihan pendidikan di Program studi Pengobatan tradisional Bali sekaligus sebagai upaya mengembangkan ide berwirausaha.

Selanjutnya, Dr. I Wayan Koster, Gubernur Bali (2018 -2023) menyampaikan  pengalamannya dalam pengobatan tradisional. “Praktik kebugaran tradisional dan medis modern  yang saya jalani selama ini benar-benar menyehatkan dan menyeimbangkan pikiran. Ini adalah bagian dari menjaga warisan leluhur Bali tentang Usadha (pengobatan tradisional) yang selaras dengan medis modern”, kata  Wayan Koster jebolan ITB Bandung.

 Dua guru SMA Negeri 2 Kuta Selatan merasa beruntung mengikuti seminar ini, Kristina, S.Pd. dan Febri Ardiantari, S.Pd.  “Seminar ini memberikan wawasan baru tentang pentingnya kolaborasi pengobatan tradisional dan medis modern. Ini bagian dari pengobatan alternatif’’, kata kedua guru Biologi ini penuh keyakinan.

Seminar yang berlangsung setengah hari ini dirangkai dengan Pameran Kesehatan dan Pengobatan Tradisional Bali di UNHI diikuti oleh para Kepala Sekolah dan para guru SMA se-Bali. Peserta seminar  diajak menyaksikan pameran obat tradisional khas Bali. Produk yang dipamerkan juga dijual dan mendapat respon  positip (ina).


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *